Kerja Tapi Gak Nyaman? Coba Tips Bertahan Ini Dulu
Gak betah di tempat kerja? Tenang, kamu gak sendirian. Banyak dari kita—terutama Gen Z—yang pernah ngerasain hal yang sama. Mulai dari lingkungan kerja yang gak cocok, rekan kerja yang drama, atau bahkan rasa “gue ngapain sih di sini?” yang datang tiap Senin pagi.
Tapi sebelum buru-buru update CV dan kirim resign letter, coba tarik napas dulu. Kadang, rasa gak betah itu bisa diakalin. Bukan dengan pura-pura bahagia, tapi dengan upaya-upaya kecil yang realistis dan mindful.
Berikut ini adalah 5 cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi rasa gak betah di tempat kerja—tanpa harus langsung resign:
- Fokus ke Hal Baik yang Masih Bisa Kamu Dapetin
Bekerja itu bukan cuma soal passion, tapi juga soal kebutuhan dan keberlanjutan. Kalau kamu ngerasa lingkungan kerja toxic atau gak cocok, coba tanyain ke diri sendiri: “Apa sih hal baik yang masih bisa aku dapat dari tempat ini?”
Mungkin kamu masih bisa belajar skill baru, memperluas koneksi, atau sekadar mengamankan finansial dulu sambil siapin langkah selanjutnya. Fokus ke hal baik bisa bantu kamu tetap waras dan gak gampang mental drop.
⚡ Pro-tip: Tulis 3 hal yang kamu syukuri dari pekerjaanmu sekarang—sekecil apa pun. Ulangi tiap minggu.
- Abaikan Hal-Hal Negatif yang Gak Penting
Kalau lingkungan kerja kamu isinya gosip, drama, dan provokasi, skip aja. Jangan kasih ruang buat energi negatif masuk ke kepala kamu. Gak semua hal harus kamu tanggapi, apalagi kalau itu cuma bikin kamu makin kepikiran.
Hindari ikut arus percakapan yang gak sehat. Lebih baik alihkan fokus ke kerjaan atau hal-hal yang bikin kamu lebih produktif dan tenang.
🧠 Reminder: Kamu gak harus “fit in” ke semua circle kantor. Kadang cukup punya satu orang yang bisa kamu ajak ngobrol sehat.
- Berhenti Overthinking Tentang Pandangan Orang
Not everyone’s gonna like you—and that’s okay. Kalau kamu terlalu mikirin omongan rekan kerja atau takut dinilai ini-itu, kamu bakal cepet capek. Apalagi kalau kamu tipe people pleaser.
Bekerja itu bukan kontes popularitas. Selama kamu melakukan pekerjaanmu dengan baik, kamu gak harus bikin semua orang senang. Fokus aja ke growth pribadi kamu.
👀 Self-check: Apakah kamu kerja buat dinilai orang lain, atau buat bertumbuh dan berkembang?
- Ciptain “Comfort Zone” Kecil di Lingkungan Kerja
Rasa gak betah itu gak harus dilawan dengan pindah tempat. Kadang, kamu cuma butuh “ruang nyaman” versi kamu sendiri. Entah itu meja kerja yang kamu hias, playlist andalan, atau komunitas kecil bareng temen kantor yang punya vibe sama.
Kamu suka baca? Bikin mini book club. Suka nulis? Buat jurnal kerja harian. Hal kecil kayak gini bisa bantu kamu merasa punya kendali atas ruangmu sendiri.
🧩 Ingat: Nyaman itu bukan nunggu dari luar. Kadang kita yang harus ciptain sendiri.
- Bangun Rutinitas Positif di Luar Kerja
Kalau kerjaan bikin burnout, jangan biarin itu jadi satu-satunya identitas kamu. Punya rutinitas atau proyek pribadi di luar jam kerja bisa banget bantu kamu recharge. Bisa olahraga, konten TikTok, bisnis kecil, atau sekadar journaling.
Dengan begitu, kamu punya “dunia lain” di luar kantor yang bikin kamu tetap punya semangat dan arah hidup.
✨ Side effect: Kalau kamu udah punya keseimbangan di luar kerja, drama kantor jadi gak terlalu ngefek ke mental.
Bertahan Juga Butuh Strategi
Rasa gak betah itu valid. Tapi resign bukan satu-satunya jalan keluar—apalagi kalau kamu belum siap secara mental atau finansial. Bertahan sambil memperbaiki situasi, membangun support system, dan menjaga kesehatan mental juga termasuk langkah yang bijak.
Gen Z dikenal adaptif, berani, dan punya nilai hidup yang kuat. Tapi bertahan bukan berarti lemah—itu justru tanda kamu punya kendali.
🌱 Stay grounded, stay growing. Yang penting: jangan sampai kehilangan diri sendiri hanya karena tempat kerja.